Vatikan Memperoleh Akses ke Tempat Suci “The Cenacle” (Ruang Perjamuan Terakhir)

vatican-got-cenacle-jan27-2012

Setelah 18 tahun negosiasi alot, Vatikan dan Israel mencapai terobosan kesepakatan bersejarah pada masalah ekonomi dan keuangan. Pada pertemuan Tanggal 27 Januari 2012, Israel mempertimbangkan untuk memberikan kepada Gereja Katolik akses ke ruangan “The Cenacle” itu dan bahkan mempertimbangkan prioritas leasing bagi Gereja Katolik.

Setelah 18 tahun Gereja Katolik akhirnya menempuh jalan mengabaikan klaim untuk menerima kedaulatan atas “The Cenacle” (lokasi “Ruang Perjamuan Terakhir”) di Bukit Sion – Yerusalem.

Namun sebagai sebagai imbalannya, Israel akhirnya setuju  untuk mempertimbangkan memberikan kepada Gereja Katolik akses ke ruangan “The Cenacle” itu dan mempertimbangkan prioritas leasing bagi Gereja Katolik. Maka mulai tanggal 1 Februari 2012 kesepakatan dibuat, pihak Vatikan pun akan mulai membayar pajak properti yang didiskon (reduced property tax) untuk semua aset mereka di Israel.

Dikatakan bahwa selama bertahun-tahun, Israel menderita kerugian puluhan juta shekel karena kegagalan menarik pajak properti Vatikan, demikian berita yang dipublikasi memberi kesan pihak pemerintah Israel diuntungkan dalam perjanjian tersebut, tanpa menekankan keberhasilan Vatikan memenangkan kontrol atas “The Cenacle” yang telah bertahun-tahun telah mereka perjuangkan.

Pemahaman yang dicapai dalam pertemuan yang diadakan akhir pekan lalu antara Wakil Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon dan wakil menteri luar negeri Vatikan Mgr. Ettore Balestrero.

Dilaporkan bahwa dua pejabat telah mencapai kesepakatan dua langkah lebih lanjut akan diambil dalam rangka untuk menyelesaikan kesepakatan.

Terrasanta.net melaporkan “kemajuan substantif dibuat pada isu-isu penting” namun, dikatakan sedikit yang diketahui secara tepat apa yang sedang dibahas atau disepakati. Menurut Mgr. David-Maria Jaeger OFM – anggota dari delegasi Vatikan – hal ini karena dari awal pembicaraan kedua belah pihak membuat kesepakatan “gentleman” untuk menjaga keheningan ketat dan mengungkapkan sesedikit mungkin kepada pers.

Mgr. Jaeger mengatakan dalam sebuah pidato yang diberikan Oktober lalu bahwa peraturan kerahasiaan tertulis, diperkenalkan untuk mencegah kebocoran dan manipulasi media oleh kedua sisi yang bisa membunuh pembicaraan.

Itulah sebabnya mengapa kedua belah pihak selalu bersikeras bahwa pernyataan yang dirilis setelah negosiasi harus “tidak mengatakan apa-apa tentang isi sesi, dan terutama tidak tentang isi dari “kemajuan” demikian pernyatan-pernyataan sering mengacu.” kata Mgr. Jaeger, yang sekarang menjadi  Hakim Wali Gereja “Tribunal of the Roman Rota”, pengadilan tertinggi Vatikan.

 

sumber:

http://youtu.be/VhiVWYp15d4

http://www.asianews.it/news-en/Israel-and-the-Vatican-continue-negotiations,-next-meeting-on-11-June-2012-23815.html

http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-4182802,00.html

http://www.terrasanta.net/tsx/articolo.jsp?wi_number=3618&language=en