Penganiayaan Di Mesir dan Nubuat Yesaya Tentang Penguasa Kejam

Qena-persecution

Propetik.com – Jumat 18 Januari 2013.  Polisi Mesir menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran Muslim yang berusaha menyerbu sebuah gereja Kristen Koptik di Mesir selatan Jumat (18/01), setelah tersebar berita bahwa seorang Kristen menyerang seorang anak perempuan berusia 6 tahun.

Saksi di desa Marashda di provinsi Qena mengatakan beberapa toko dan mobil yang dimiliki penduduk Kristen Koptik dibakar Kamis malam, setelah warga desa Muslim menuduh seorang pedagang usia enam puluhan menganiaya secara sexual anak perempuan muslim.

Kekerasan berkobar lagi setelah salat Jumat, dengan saksi mengatakan para pengunjuk rasa mengepung gereja Abu Fam di tengah desa itu, melemparkan batu dan berusaha membakarnya. Beberapa menaiki dinding gereja dan menghancurkan salib di atasnya. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan masa.

Direktur Jenderal Keamanan Propinsi Qena, Salah Mazid seperti dikutip media pemerintah, mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki tuduhan terhadap pedagang, yang menyerahkan diri di kantor polisi terdekat.

Seorang warga yang tinggal di samping gereja menyalahkan ekstremis Islam yang menyebarkan berita tentang tuduhan itu dalam rangka membuat marah banyak orang dan menghasut serangan terhadap gereja.

“Mereka meneror kita. Mereka mencoba untuk menemukan alasan untuk menyerang kami, “kata warga, meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut pembalasan. “Dalam waktu singkat, desa ini berubah menjadi bola api.”

“Kami ingin penegakan hukum, bukan penghakiman massa terhadap semua orang Kristen untuk kesalahan individual,” kata aktivis Koptik Hana Hasseb. “Apa kesalahan semua orang yang tokonya dibakar?”

 

Penganiayaan Kerap Terjadi Di Propinsi Qena – Mesir Selatan

Propinsi Qena merupakan kantong Kristen Koptik di Mesir yang jumlahnya lebih dari separuh dari populasi Qena. Desa-desa di propinsi Qena adalah  salah satu daerah termiskin di Mesir. Peristiwa kekerasan antara umat Kristen dan Muslim Mesir telah menjadi lebih sering dalam dua tahun sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan.

Pada Maret 2011, lima minggu setelah jatuhnya rezim Mubarak, apartemen Ayman Anwar Mitri seorang warga Kristen Koptik Mesir dibakar. Ketika dia muncul untuk menyelidiki, ia disergap oleh sekelompok pria berjenggot. Para penyergap menuduhnya menyewakan apartemen -yang saat itu kosong- untuk wanita Muslim yang longgar (tidak taat agama).

Di dalam apartemen yang terbakar, mereka memukulinya dengan sisa-sisa perabot yang hangus. Kemudian, salah satu dari mereka melakukan apa yang dianggap sebagai hukuman yang pantas dalam Islam: Ayman Mitri ini diamputasi telinga kanannya.

Ayman-Mitri

“Ketika mereka memukuli saya, mereka terus berkata:  “Kami tidak akan meninggalkan Kristen manapun di negara ini,” ”  kenang Pak Mitri dalam sebuah wawancara dua bulan setelah serangan itu. “Di sini, ada perang terhadap orang-orang Koptik,” katanya.

Penyerangnya yang tidak pernah ditangkap atau dituntut, merupakan pengikut kubu Salafi – ultra fundamentalis Islam yang mempromosikan kekerasan. Sebelum Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 11 Februari, kaum Salafi sebagian besar membatasi diri dengan khotbah-khotbah. Setelah itu, mereka memasuki arena politik. Dimana mereka kemudian bersama-sama partai Persaudaraan Muslim, mengusung Muhammed Mursi menjadi presiden Mesir.

Pada bulan April 2011, pemerintah baru Mesir menunjuk seorang Kristen untuk menjadi gubernur baru Qena, menggantikan gubernur Kristen sebelumnya yang telah menduduki jabatan di bawah Mubarak. Salafi menanggapinya dengan menuntut Gubernur Muslim dan mengorganisir protes massa besar-besaran yang akhirnya membuat pemerintah membekukan keputusan penunjukkan sang gubernur. Hal ini menampilkan pengaruh baru dari kaum Salafi pada politik Mesir.

Pada Januari 2012, sekelompok massa muslim menyerang orang-orang Koptik, di desa Rahmaniya-Kebly, Nag Hammadi, propinsi Qena, menghancurkan dan membakar rumah-rumah mereka, gubuk jerami dan toko-toko, sambil meneriakkan Allahu Akbar. Tidak ada yang dilaporkan tewas atau terluka, menurut laporan, pasukan keamanan yang hadir tidak campur tangan dan pemadam kebakaran tiba terlambat 90 menit.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa sebuah gubuk jerami milik seorang Koptik dibakar untuk membersihkan daerah untuk masjid. Padahal ada lebih dari 300 masjid di desa itu dan hanya satu gereja disana.

Menurut warga Koptik, alasan di balik kekerasan tersebut adalah pemilihan parlemen. Para Salafi ingin mencegah orang Koptik, yang berjumlah lebih dari 50% dari penduduk (20.000), karena dari suara mereka dikhawatirkan akan memilih dua Muslim moderat dan bukan calon dari Salafi. “Tidak ada Koptik dari Rahmaniya-Kebly bisa memilih hari ini, sehingga Salafi akan memenangkan pemilu,” kata seorang saksi. Orang Koptik secara paksa dicegah ke pemungutan suara.

WAY TV yang berbasis di AS, yang meliputi langsung pada hari serangan di Rahmaniya, mewawancarai komandan Osama, kepala keamanan di Rahmaniya yang mengatakan “semuanya OK” – meskipun siaran langsung di TV dari rumah yang terbakar sedang disiarkan di Timur-Tengah dan AS.  Ketika Joseph Nasralla dari WAY TV berbicara kepada keamanan dan membuat mereka sadar bahwa berita itu telah disiarkan ke luar negeri, pihak keamanan langsung melakukan pengiriman pasukan keamanan dan pada larut malam kekerasan telah berhenti.

 

Nubuat Tentang Penguasa Mesir Yang Kejam

Alkitab menubuatkan bahwa kelak Mesir akan dipulihkan ketika Tuhan Yesus berkuasa di Yerusalem. Dan di Mesir akan ada mezbah bagi TUHAN di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi TUHAN pada perbatasannya. Artinya banyak orang Mesir yang akan bertobat dan mengenal jalan Tuhan.

Namun sebelum itu, ada satu nubuatan yang harus digenapi terlebih dahulu. Yesaya menubuatkan, Mesir akan diserahkan kepada penguasa yang kejam. Seorang raja yang bengis akan memerintah di Mesir. Dan orang-orang di sekelilingnya akan merupakan penasehat-penasehat yang brutal dan akan membawa Mesir pada kekacauan. Mesir akan menjadi negara yang gagal.

“Aku akan menyerahkan orang Mesir ke dalam tangan seorang tuan yang kejam, dan seorang raja yang bengis akan memerintah mereka; demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam.” – Yesaya 19:4  (KJV)

“Sesungguhnya para pangeran dari Zoan bodoh, nasihat para konselor bijak Firaun menjadi brutal: bagaimana mungkin kamu berkata kepada Firaun, saya putra orang bijak, putra dari raja-raja kuno ? Di mana mereka ? mana orang bijak mu ? biarkan mereka berbicara kepadamu sekarang. ” – Yesaya 19:11-12 (KJV)

“Dan tidak ada usaha untuk Mesir, yang dilakukan oleh pemimpin atau pengikut, oleh orang terkemuka atau orang biasa, yang akan berhasil” – Yesaya 19:15 (KJV)

Baru-baru ini Presiden Mesir Mohammed Mursi membuat dekrit yang mengundang kontroversi dan mengganti konstitusi Mesir yang sekuler menjadi kontitusi Islami. Kebijakan Mursi ini ditentang oleh kelompok Islam madani dan didukung oleh kelompok Islam garis keras seperti Salafi. Dengan konstitusi baru ini, mudah dimengerti akan seperti apa kondisi kaum minoritas di Mesir ke depan. Inikah saatnya nubuat Yesaya digenapi ? Kita amati saja apa yang terjadi berikutnya.

Sumber:

http://www.washingtonpost.com/world/middle_east/christian-stores-burned-in-southern-egypt-after-muslim-girl-allegedly-sexually-assaulted/2013/01/18/b2f47948-6188-11e2-8f16-7b37a1341b04_story.html

http://online.wsj.com/article/SB10001424052702304432304576371484109592252.html

http://www.aina.org/news/2012011921919.htm